Jumat, 24 Februari 2012

(Agama) Riwayat Nabi Muhammad SAW

Kelahiran Nabi Muhammad SAW
      
Silsilah Nabi Muhammad SAW dari Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail turun temurun sampai Qushoi. Dialah yang menguasai Kota Mekkah dan Ka’bah. Dengan demikian silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW dari pihak ayahanda dan Ibu beliau bertemu pada kakek mereka yaitu Kilab Bin Adnan Bin Ismail Bin Ibrohim. Ayah Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah dan Ibunya bernama Aminah.

            Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin tanggal 12 Robiul Awal (Amul Fil) tepatnya tanggal 20 April 571 M di Kota Mekkah dalam keadaan yatim. Ayah beliau Abdullah Bin Abdul Mutholib meninggal saat Nabi Muhammad berada dalam kandungan. Ayahnya sakit dalam perjalanan pulang dari Syam, kemudian sesampainya di Madinah sakitnya kian parah hingga akhirnya meninggal dunia.

            Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut Amul Fil (tahun gajah) karena pada tahun itu, bertepatan dengan adanya seorang raja dari Yaman yang menyerbu Mekkah dengan menunggang gajah untuk menghancurkan Ka’bah. Pemimpin pasukan itu bernama Abraha. Tetapi ketika pasukan itu mendekati Ka’bah, Allah SWT mengirim Burung Ababil yang membawa batu kerikil dari neraka. Batu itu dilemparkan kepada tentara bergajah hingga semuanya hancur karena terbakar. Akhirnya semua pasukan itu termasuk Raja Abraha binasa.


Masa Kecil & Masa Remaja Nabi Muhammad SAW

       Sudah menjadi kebiasaan wanita arab menyusukan anaknya apabila ibunya dalam keadaan sakit, demikian halnya dengan Muhammad SAW bin Abdullah, beliau disusukan kepada seorang wanita yang tinggal di suatu desa di pinggiran Kota Mekkah tepatnya di Desa Bani Sa’ad. Wanita yang mulia itu bernama Halimatus Sa’diyah.

            Dalam sirah Nabawiyah juga dijelaskan bahwa wanita yang juga menyusui Nabi Muhammad adalah Tsuwaibah, seorang hamba sahaya Abu Lahab yang juga sedang kebetulan menyusui anaknya yang bernama Masruh.

            Selama 4 tahun Muhammad SAW dalam asuhan Halimah, dan ketika berumur 5 tahun, barulah ia diasuh oleh ibunya sendiri. Pada saat Muhammad SAW berusia 4 tahun terjadilah sesuatu hal yang menakjubkan. Yaitu, Jibril membelah dada Nabi Muhammad SAW lalu hatinya dibersihkan dengan air zam-zam.

            Setelah peristiwa itu, Muhammad SAW dibawa pulang ke Mekkah oleh Ummu Aiman dan diserahkan kepada kakeknya Abdul Mutholib. Dengan penuh perasaan dan kasih sayang di dalam sanubari terhadap cucunya yang kini yatim piatusemakin terpupuk. Abdul Mutholib tidak ingin cucunya hidup sebatang kara, bahkan dia lebih mengutamakan cucunya dari pada anak-anaknya.

            Hanya 2 tahun diasuh oleh kakek Muhammad SAW yang pada saat itu beliau berusia 8 tahun ditinggal wafat kakeknya dalam usia 80 tahun. Disitulah Nabi Muhammad SAW menangis saat mengantarkan jenazah kakeknya.

            Sebelum kakeknya meninggal, Abdul Mutholib pernah berwasiat agar Muhammad SAW diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Tholib. Maka atas wasiat itu, Abu Tholib pun merawat Muhammad SAW. Dia melindungi dan membimbingnya ke jalan yang baik, sekalipun dia bukan orang kaya. Tapi sering ia berdagang ke Syam. Hingga berumur 40 tahun Muhammad SAW berada dalam penjagaan Abu Tholib.

            Suatu hari, saat Muhammad SAW telah berusia 12 tahun, ia ikut serta pamannya untuk berdagang ke Syam. Sesampainya di Kota Basrah, Abu Tholib bertemu dengan pendeta kristen bernama Bahiro atau Buhairoh yang nama aslinya Jurjis. Pendeta itu memperhatikan keadaan Muhammad SAW, maka Bahiroh mengerti bahwa Muhammad SAW itu yang disebut-sebut dalam kitab Injil dan Taurat.

Abu Tholib diberi nasehat agar segera kembali saja ke Mekkahdan memelihara Muhammad SAW sebaik-baiknya, karena ia memiliki ciri-ciri seorang nabi yang ditunggu-tunggu. Dan pada suatu hari nanti, pasti ada kum yang memusuhinya. Maka setelah sampai di Syam. Ia segera kembali ke Mekkah sekalipun mendapatkan untung yang sedikit dari hasil dagangannya. Abu Tholib berbesar hati atas keterangan pendeta Nasrani itu, karena Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam adalah yang disebut-sebut dalam kitab-kitab sebelumnya.


Pernikahan
Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah

            Khadijah adalah keturunan bangsawan Quraisyi. Ia masih satu kakek dengan Muhammad SAW, dan silsilahnya bertemu dengan Qushoi bin Kilab. Khadijah binti Khuwailid adalah seorang janda yang hartawan, rupawan, dan dermawan. Termasuk bangsawan yang sangat tertarik kepada Muhammad SAW karena beliaupemuda yang jujur dan mulia.

            Suatu hari, ia meminta agar Muhammad SAW mau membawa dagangannya untuk dijual ke Negri Syam. Khadijah percaya sepenuhnya kepada Muhammad SAW. Pada waktu yang sudah ditentukan, berangkatlah Muhammad SAW dengan membawa barang dagangannya disertai Maisaroh, seorang laki-laki pelayan setia Khadijah.

            Beberapa saat mereka di Syam untuk berdagang. Kembalilah mereka ke Mekkah dengan membawa keuntungan yang cukup. Diceritakan oleh Maisaroh kepada Khadijah tentang kejujuran dan kesopanan Muhammad SAW, keagungan prubadinya serta kejadian selama perjalanan.

            Daya tarik pribadi dan keluhuran budi Muhammad SAW sangat memikat Khadijah. Karena itulah, timbul keinginannya untuk meminang Muhammad SAW. Sedangkan Abu Tholib menyetujuinya. Maka, segeralah terjadi pernikahan Muhammad SAW yang saat itu berusia 25 tahun dengan Khadijah yang telah berusia 40 tahun. Dari perkawinan itu, keduanya dikaruniai 7 orang anak, yaitu : Qosim, Abdullah, Ibrohim, Zainab, Ruqoiyah, Ummu Qultsum, dan Fatimah.


Gelar “Al-Amin”
           
Sejak kecil dan masa remaja Muhammad SAW sudah dikenal sebagai pribadi yang selalu menghargai orang lain, berakhlak mulia, dan sopan. Beliau memiliki perawakan badan yang bagus, jiwa yang sempurna, akhlak yang mulia, ciri-ciri yang menawan, sifat-sifat yang terhormat, yang mampu menawan hati, dan jiwa manusia tunduk kepada beliau,

            Perawakan dan penampilah beliau benar- benar sempurna tak seorangpun menyamainya, ditambah lagi dengan kemuliaan, kecerdasan, kebaikan, keutamaan, amanah, kejujuran, dan segala hal yang ada pada diri beliau. Musuh pun mengakui hal tersebut, terlebih-lebih lagi rekan-rekan dan orang-orang yang mencintai beliau.
            Karena sejak keci tidal pernah berdusta, tidak sombong, dan tidak suka berpura-pura, maka beliau mendapatkan gelar AL-AMIN dari pemberian penduduk Mekkah. Gelar AL-AMIN yang artinya dapat dipercaya, jujur, dan suka menolong. Sering Muhammad Saw memutuskan beberapa persoalan persengketaan masyarakat dengan adil, bijaksana, dan memuaskan semua pihak yang bersengketa.

Muhammad SAW Diangkat Menjadi Rosul
           
Menjelang umur 40 tahun, Muhammad SAW mulai berkhalwat dan menyendiri beribadah, kepada Allah SWT di Gua Hira’. Tujuannya untuk mencari petunjuk Allah SWT. Beliau pergi ke Gua Hira’ dengan membawa bekal dari istrinya. Dan kalu bekalnya habis, maka beliau kembali mengambil bekal lalu ke Gua Hira’ lagi. Itu terjadi berkali-kali, berhari-hari, dan berbulan-bulan.
Kadang beliau berada di gua Hira’ hingga 3 malam atau lebih. Disana selalu bertafakkur. Pada suatu malam, yakni pada malam jum’at tanggal 17 Ramadhan. Malaikat Jibril datang ke Gua Hira’, untuk menyampaikan wahyu Allah SWT kepada Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam.
Jibril mendekap Muhammad SAW seraya berkata “Bacalah!!” Muhammad mwnjawab “Saya tidak bisa membaca.” Jibril mendekap lagi dan berkata “Bacalah!” hingga 3 kali. Dan akhirnya Jibril menyampaikan wahyu Al-Qur’an (Surat Al-Alaq 1-5)





5
( 3) الْأَكْرَمُ وَرَبُّكَ اقْرَأْ (2) عَلَقٍ مِنْ لْإِنْسَانَ خَلَقَ (1) خَلَقَ الَّذِي رَبِّكَ بِاسْمِ اقْرَأْ
(5) يَعْلَمْ لَمْ مَا الْإِنْسَانَ عَلَّمَ (4) بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الَّذِي
Artinya :
1.    Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan
2.    Yang menciptakan manusia dari segumpal darah
3.    Bacalah, dan Tuhanmu yang mulia
4.    Yang mengajarkan manusia dengan pena
5.    Mengajarkan manusia apa yang tidak ia ketahui
Muhamad Saw mengikuti bacaan Jibril hingga hafal. Maksud dari 5 ayat diatas adalah menyatakan bahwa Allah SWT yang menciptakan manusia. Surat tersebut sebagai wahyu pertama dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui perantaraan malaikat Jibril, ketika itu Muhammad SAW berusia 40 tahun.
Karena Muhammad SAW baru pertama kali mendapat wahyu, maka terasa berat baginya dan agak merasa takut. Setelah sampai di rumah, beliau berkata kepada istrinya “Selimuti aku! Selimuti Aku!” kemudian Khadijah segera menyelimuti dan menenangkan pikiran beliau.

Ketika Nabi Muhammad SAW sedang tidur, Khadijah pergi ke tempat seorang Pendeta Nasrani yang terkenal luas ilmunya, yang bernama Waroqoh Bin Naufal. Pendeta ini masih ada hubungan keluarga dengan Khadijah. Setelah Khadijah menceritakan peristiwa yang dialami suaminya di Gua Hira’ Waraqoh memberi penjelasan bahwa Muhammad SAW adalah seorang Nabi.
      Dilain waktu, Khadijah datang lagi bersama Nabi Muhammad SAW ke tempat Waraqoh Bin Naufal. Waraqoh menjelaskan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa yang datang pada saat itu adalah Malaikat Jibril yang pernah datang kepada Nabi Musa, ia berjanji sekiranya masih diberi umur panjang, maka ia akan membantu menolong Nabi Muhammad SAW bila mana kaumnya ada yang memusuhi.
Setelah 40 hari dari wahyu pertama, maka turunlah wahyu kedua, ketika beliau sedang berjalan maka terlihatlah olehnya Malaikat Jibril di atas langit. Timbullah rasa takut dalam dirinya. Beliau segera pulang dan meminta Khadijah menyelimutinya. Maka turunlah wahyu kedua yaitu Surat Al-Mudatsir ayat 1-7
6
(4) فَطَهِّرْ وَثِيَابَكَ (3) فَكَبِّرْ وَرَبَّكَ (2) فَأَنْذِرْ قُمْ (1) الْمُدَّثِّرُ أَيُّهَايَا
(7) فَاصْبِرْ وَلِرَبِّكَ (6) تَسْتَكْثِرُ تَمْنُنْ وَل (5) فَاهْجُرْ وَالرُّجْزَ
Artinya :
1.    Hai orang-orang yang berselimut!
2.    Bangunlah, lalu berilah peringatan!
3.    Dan Tuhanmu agungkanlah
4.    Dan pakaianmu bersikanlah
5.    Dan perbuatan dosa (Menyembah berhala) tinggalkanlah!
6.    Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
7.    Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah

Setelah mendengar bunyi wahyu kedua rasa takutnya hilang, beliaupun semakin yakin bahwa beliau benar-benar utusan Allah. Nabi Muhammad SAW mulai mengatur sukap dan strategi untuk melaksanakan dakwah.


Penyiaran Islam Periode Mekkah
Periode Mekkah dapat dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu:
1.    Dakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun
2.    Dakwah secara terang-terangan, yang berjalan sejak tahun keempat kenabian hingga akhir tahun kesepuluh
3.    Dakwah diluar mekkah, dimulai dari Madinah.
Setelah turun wahyu kedua, dakwah Islam dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun. Penyiarannya dalam lingkungan terbatas, caranya sopan dan tidak menghina kepada orang yang menyembah berhala.
Orang yang pertama kali masuk islam (Assabiqul Awwalun) :
1.    Dari golongan keloarga      : Istri rasulullah, Khadijah
2.    Dari golongan orang tua    : Abu Bakar
3.    Dari golongan muda           : Ali bin Abu Tholib
4.    Dari golongan budak          : Zait bin Haritsah

Karena pengaruh Abu Bakar sebagai orang terkemuka dan disegani, maka kemudian masuk pula Ustman bin Affan, Zubair, dan Abdurrahman bin Auf. Dalam waktu 3 tahun pengikut Nabi Muhammad SAW kurang lebih telah mencapai 30 orang.
Mereka semua mempelajari islam dalam pertemuan-pertemuan mereka dengan Rasulullah di rumah Al-Arqom.
Setelah Nabi Muhammad SAW merasa yakin terhadap janji abu Tholib untuk melindungi dalam menyampaikan wahyu Allah SWT, maka suatu hari beliau mengumpulkan orang-orang Quraisyi di bukit Sofa agar mereka datang berkumpul. Setelah meraka berkumpul,, Rasulullah berkata kepada mereka bahwa beliau adalah Rosul Allah SWT. Mereka diajak agar mau menyembah kepada allah SWT.
     Seruan beliau terus bergema hingga tiba-tiba Abu Lahab menyela dengan kerasnya “Hai Muhammad,apa hanya karena urusan ini kau mengundang kami? Sungguh celaka engkau!” Kemudian turunlah surat Al-Lahab yang menjelaskan bahwa Abu Lahab adalah orang yang celaka.
Selain itu, Abu Jahal juga sangat membenci Nabi Muhammad SAW. Setelah peristiwa di Bukit Sofa itu, Nabi Muhammad SAW mulai menghadapi tantangan dariorang-orang kafir Quraisyi.
Makin hari, pengikut Nabi Muhammad SAW kian bertambah. Mnereka gigih dalam mempertahankan keyakinan dan ajaran islam.

Amul Huzni (Tahun Duka Cita)

     Setelah 10 tahun berdakwah secara terang-terangan tiba-tiba datanglah cobaan dari Allah SWT. Dua orang pendukung Nabi Muhammad SAW meninggal dunia. Dalam tahun ke 10 Khadijah, dan pamannya Abu tholib wafat. Seolah-olah tulang punggung beliau menjadi patah. Karena peristiwa inilah tahun ini disebut sebagai Tahun Duka Cita.
Jasa Khadijah dan abu Tholib sangat besar terhadap perjuangan Nabi Muhamad SAW. Setelah kejadian ini, Kaum kafir Quraisyi bertambah berani terhadap kaum muslimin, mereka menentang dan mengahalangi gerak kaum muslimin pada saat itu.



Peristiwa Isro’ Mi’roj

     Allah SWT tahu benar terhadap kesedihan yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Untuk menghiburnya, maka beliau diperintahkan melaksanakan Isra’ Mi’roj untuk menghadap Allah SWT.
     Isra’ adalah berjalan di waktu malam. Adapun maksudnya adalah Perjalanan Nabi Muhammad SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Sedangkan Mi’raj artinya alat untuk naik. Maksud dari Mi’raj adalah Nabi Muhammad SAW naik ke langit, terus ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. Kejadian ini berlangsung pada 27 Rajab tahun 11 Kenabian
Sebelum melaksanakan Isra’ Mi’raj Jibril membelah dada Muhammad SAW lalu membersihkan kotoran-kotorang yang ada di dalamnya. Dalam perjalanan Isro; Mi’roj Nabi Muhammad SAW menaiki kendaraan yang larinya secepat kilat, yang dinamakan Buroq.
Dalam peristiwa Isro’ Mi’roj Allah SWT memerintahkan bahwa umat harus melaksanakan sholat 5 waktu.
Pagi harinya Nabi menyampaikan apa yang dialaminya kepada penduduk Mekkah, ada yang percaya ada yang tidak. Sahabat abu Bakar sangat mempercayai dan membenarakan peristiwa tersebut. Oleh karena itu abu Bakar mendapat julukan As Shidiq (Yang Dapat Dipercaya).

Bai’ah Aqobah Pertama & Kedua

     Pada tahun ke-12 Kenabian, datanglah 12 orang laki-laki dan seorang wanita dari Madinah ke Mekkah pada musim haji. 9 orang berasal dari Kharazj dan 3 orang dari Aus. 5 orang diantara mereka sudah pernah beremu Rasullullah, sedangkan 7 orang belum pernah. Mereka adalah :
1.    As’ad bin Zurarah bin Ads
2.    Abdullah bin Rawahah bin Tsa’labah
3.    Sa’d bin ar-Rai’ bin Amr
4.    Rafi’ bin Malik bin Al-Ajlan
5.    Al-barra’ bin Ma’rur bin Sahr
6.    Abdullah bin amr bin Haram
7.    Ubadah bin Ash-Shamit bin Qais
8.    Sa’at bin Ubadah bin Dulain
9.    Al-Mundzir bin Amr bin Khunais
Mereka bertemu Rasulullah di tempat yan dinamakan Bukit Aqabah, lalu membuat perjanjian. Perjanjian ini dinamakan Baiah Aqobah Ula (baiah aqobah pertama) atau juga dinamakan Baitun Nisa’ karena dalam baiah itu diikuti seorang wanita bernama Afrah bin Abit bin Sa’labah. Setelah itu Nabi Muhammad SAW mengirim Mushab bin Umair untuk pergi bersama mereka guna mengajarkan Al-Qur’an dan Agama Islam.
Pada tahun 12 kenabian, orang-orang dari suku Aus dan Kharajz kembali ke Mekkah. Mereka berjumlah 72 laki-laki dan 1 perempuan. Pada pertengahan hari Tasrik di Aqobah. Pertemuan tersebut dirahasiakan oleh Rasulullah. Mereka berkumpul di bukit menunggu hingga Rasulullah dan pamannya Abbas bin Abdul Mutholib datang.
Orang-orang Madinah mengharapkan Nabi Muhammad SAW hijrah ke negeri mereka. Merekapun meminta Nabi untuk berbicara, lalu Nabi Muhammad SAW bicara
“berjanjilah kalian kepadaku untuk menerima dan taat, dalam keadaan bersemangat, ketika lapang dada atau sulit, senang berbuat kebaikan, dan melarang perbuatan mungkar. Dan jika kalian bicara kepada Allah SWT, janganlah kalian takut ejekan.”
Lalu kepala rombongan Albaro bin Makrur, berkata “ Kami bersumpah kepada Allah SWT yang telah mengutus engkau Ya Rusulullah. Kami akan melindungi semua umat Islam yang hijrah ke Madinah. Kami adalah bangsa yang berani dan sanggup berperang.”
Perjanjian kedua ini dinamakan Baiah kedua atau Baiah Qobra.

Penyiaran Islam Periode Madinah
     Nabi Muhammad SAW memerintahkan kaum muslimin untuk hijrah ke Madinah agar mereka dapat terlindungi dari ancaman kaun kafir Quraisy. Ada beberapa hal mengapa Nabi Muhammad SAW memerintahkan kaum muslimin Mekkah untuk berhijrah. Diantaranya sebagai, berikut :
1.    Perintah hijrah ke Madinah adalah perintah allah SWT
2.    Madinah adalah kota yang paling dekat dengan Mekkah
3.    Nabi Muhammad SAW memiliki hubungan yang baik dengan penduduk Madinah, karena ayah dan ibunya meninggal dan dimakamkan disana.
4.    Nabi Muhammad SAW memiliki kerabat di Madinah, yaitu : Bani Najar
5.    Nabi Muhammad SAW sudah mengetahui bahwa penduduk Madinah memiliki sifat yang baik.
Setelah kaum muslimin hijrah ke Madinah, tinggalah para sahabat yang belum hijrah. Para sahabat itu antara lain : Abu Bakar, Ali bin Abu Tholib, Shuhaib, dan Zaid, serta nenerapa orang yang tidak mampu berhijrah ke Madinah. Sebenarnya Abu Bakar ingin ikut berhijrah. Tetapi, tidak diperbolehkan oleh Rasulullah.
Setelah kaum Quraisy memutuskan hendak membunuh Nabi Muhammad SAW, maka Jibril turun dan segera memberitahukan itu. Sekaligus menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW harus segera berhijrah dan Abu Bakar boleh ikut. Para sahabat yang ikut berhujrah adalah :
-       Abu Bakar dan Ali bin Abu Tholib
-       Abdullah bin uraiqit, sebagai penunjuk jalan
-       Abdullah bin abu Bakar, sebagai pengintai gerak-gerik musuh
-       Amir bin Ghuairoh, sebagai penghapus jejak perjalanan Nabi Muhammad SAW
-       Asma’ bin abu Bakar, sebagai pengirim makanan
Pada hari Kamis 26 Safar tahun ke-14 Kenabian, para pemimpin Quraisy berkumpul di Darun Nadwah. Mereka merencanakan untuk membunuh Nabi Muhammad SAW. Pada hari yang ditentukan sebanyak 11 orang pemuda mengepung rumah Nabi Muhammad SAW.
Karena telah mengetahiu kehadirannya, maka Nabi Muhammad Saw menyuruh Ali bin Abu Tholib untuk tidur diatas ranjangnya. Kemudian Rsulullah keluar rumah sambil menaburkan pasir di depan orang kafir Quraisy seraya membaca Surat Yasin ayat 9. Allah SWT lalu menciptakan rasa kantuk kepada mereka.
     Setelah terbangun, orang kafir Quraisy mengira bahwa orang yang sedang tidur adalah Muhamamd SAW. Ketika pagi hari, Ali bin abu Tholib terbangun, orang kafir quraisy terkejut. Mereka segera mengepung Ali dan bertanya “Dimana Muhmmad?” Ali menjawab “Aku tidak tahu”. Orang kafir Quraisy geram karena kehilangan jejak Nabi Muhammad SAW
    
Pada malam hari tanggal 27 Safar tahun ke 14 Kenabian, Nabi Muhammad SAW meninggalakan rumah untuk berhijrah. Beliau mengajak sahabatnya, Abu Bakar. Untuk menghindari kejaran kafir Quraisy Nabi Muhammad SAW bersembunyi di Gua Tsur selama 3 hari.
            Pada hari Senin tanggal 8 Rabiul Awal tahun 1 Hijrah, Nabi Muhammad tiba di Kota Quba. Disana beliau mendirikan masjid yang berasal dari tanah waqaf Sahal bin Syuhail. Masjid itu dinamakan Masjid Quba, disitu pertama kali Rasulullah melakukan sholat Jumat. Rasulullah berada disana selama 4 hari.
            Pada hari Jum’at tanggal 12 Rabiul Awal, bertepatan dengan tanggal 24 September 622 M, Nabi Muhammad SAW dan rombongan memasuki Kota Madinah. Mereka disambut dengan Syair-syair kerinduan atau sekarang lebih dikenal dengan sholawat Badr Di Madinah Nabi Muhammad SAW tinggal di Rumah Ayub Al-Anshori. Dan di Madinah, Nabi Muhammad membangun Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah kaum muslimin, dan tempat menyusun strategi.

Peperangan yang Pernah Rsulullah Ikuti

            Dalam Riwayat hidupnya, Nabi Muhammad SAW mengalami 70 kali peperangan. Beliau absen hanya 2 kali. Dan semua peperangan dimenangkan, kecuali Perang Uhud.
1.   Perang Badar
v  Dinamakan perang Badar karena perangnya bertempat di Desa Badar (di dekat sumur) yang terletak di pertengahan Mekkah dan Madinah.
v  Perang ini antara Kaum Kafir Quraisy dengan Umat Islam
v  Panglima perang umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW, sedangkan panglima kaum kafir quraisy adalah Abu Jahal yang akhirnya mati dalam peperangan ini.
v  Jumlah pasukan umat islam adalah 313 (mati 14), sedangkan kafir Quraisy berjumlah 1000 (mati70)
v  Perang Badar adalah perang pertama, terjadi pada tahun 2 Hijrah
v  Bapaknya Hindun (Utbah) mati karena dibunuh Hamzah
v  Dimenangkan oleh Umat Islam
2.   Perang Uhud
v Dinamakan perang Uhud karena terjadi di Bukit Uhud
v Senjata yang digunakan pada perang ini adalah panah, pedang, dan tombak.
v Terjadi pada bulan Sya’ban tahun 3 Hijrah
v Jumlah pasukan Quraisy 3ooo (mati 23), sedangkan umat islam 1000 lalu keluar 300 karena dihasut Abdullah bin Ubay (mati 70)
v Hamzah mati, karena dibunuh Hindun
v Dimenangkan kafir Quraisy
3.   Perang Khondak
v Khondak berarti parit
v Disebut juga perang ahzab
v Salman Al-Farisy adalah orang yang mengusulkan takti peperangan ini
v Terjadi pada tahun 5 hijrah
v Umat Islam dikepung selama 3 bulan
v Jumlah pasukan Quraisy + Yahudi (Panglimanya abu Lahab) 10.000, sedangkan Umat Islam 3000
v Dalam perang ini umat islam mendapat bantuan dari Allah SWT berupa angin topan
v Dimenangkan oleh umat Islam

Menaklukan Kota Mekkah
Pada tahun 6 Hijrah, Rasulullah bermimpi masuk Masjidil Haram dan Menziarahi Baitullah. Akhirnya, berdasarkan mimpi tersebut, Nabi Muhammad berangkat ke Mekkah untuk menziarahi Baitullah. Pada saat itu, umat islam yang mengikuti Nabi Muhammad SAW ada 1.500 orang.
     Tetapi pada saat di tengah perjalanan, terdapat sedikit perselisihan yang menghasilkan perjanjian Perdamaian Hudaibiyah. Yang isinya :
1.     Muhammad dan umatnya tidah boleh ke Mekkah tahun ini (6 hijrah) tetapi tahun depan (7 hijrah)
2.    Tidak akan terjadi peperangan selama 10 tahun
3.    Orang Islam yang berziarah ke Mekkah tidak boleh kembali ke Madinah, tetapi apabila orang Quraisy berziarah ke Madinah, maka boleh kembali ke Mekkah.
Nabi Muhammad SAW pun menyetujui perjanjian tersebut.

Pada 2 tahun berikutnya, Nabi Muhammad SAW berziarah ke Kota Mekkah sekaligus menaklukan Kota Mekkah. Beliau membawa 10.000 orang. Saat hampir memasuki Kota Mekkah, Nabi Muhammad SAW berkata “Orang Quraisy yang ingin selamat silakan masuk masjid dan menyatakan masuk Islam, tetapi jika tidak silakan masuk rumah masing-masing dan tutup pintu rapat-rapat.”
Lalu, pada saat memasuki wilayah Baitulllah, Nabi Muhammad Saw dan umatnya menghancurkan 360 berhala yang mengelilingi Ka’bah. Setelah itu, Bilal bin Robbah naik ke atas Ka’bah seraya mengumandangkan adzan. Sehinnga ia menjadi “muadzin” yang pertama.
Pada akhirnya, Abu Syofan, Al-Abbas, Khalid bin Walid, Hindun, dan ayahnya abu Bakar menyatakan masuk Islam. Dan Mekkah dikuasai umat muslim pada tahun 8 hijrah.


Akhir Hayat Nabi Muhammad SAW

Pada tahun 10 hijrah Rasulullah menjalankan ibadah haji dengan 114.000 umatnya. Dlam haji ini, Nabi Mumammad SAW menyampaikan pidato terakhir atau yang disebut KHOTBAH WADA’.
Setahun berikutnya, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal sehabis sholat Subuh, Rasulullah wafat dalam usia 63 tahun.

0 komentar:

Poskan Komentar

Translate