Jumat, 26 Oktober 2012

(Agama) Tawakal



            Tawakal (bahasa Arab: ل‎توكُ) atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Dalam agama Islam, tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan.
            Imam al-Ghazali merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut, "Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram.
            Tawakkal adalah suatu sikap mental seorang yang merupakan hasil dari keyakinannya yang bulat kepada Allah, karena di dalam tauhid ia diajari agar meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan segala-galanya, pengetahuanNya Maha Luas, Dia yang menguasai dan mengatur alam semesta ini. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk menyerahkan segala persoalannya kepada Allah. Hatinya tenang dan tenteram serta tidak ada rasa curiga, karena Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana.
            Sementara orang, ada yang salah paham dalam melakukan tawakkal. Dia enggan berusaha dan bekerja, tetapi hanya menunggu. Orang semacam ini mempunyai pemikiran, tidak perlu belajar, jika Allah menghendaki pandai tentu menjadi orang pandai. Atau tidak perlu bekerja, jika Allah menghendaki menjadi orang kaya tentulah kaya, dan seterusnya.
            Menurut ajaran Islam, tawakkal itu adalah tumpuan terakhir dalam suatu usaha atau perjuangan. Jadi arti tawakkal yang sebenarnya -- menurut ajaran Islam -- ialah menyerah diri kepada Allah swt setelah berusaha keras dalam berikhtiar dan bekerja sesuai dengan kemampuan dalam mengikuti sunnah Allah yang Dia tetapkan.

B.  Dalil Naqli
Ø  Dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi pelindung. (Q.S.An-Nisa’ : 81 ).

Ø  Kemudian apabila kamu telah membuat tekad, maka bertawallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang – orang yang bertawakal kepada-Nya. ( Q.S. Ali- Imran :159 ).

Ø  Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal. Jika kamu benar – benar orang yang beriman. (Q.S. Al- Maidah : 23 ).

Ø  Rasullullah SAW bersabda :
Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa hisab dan siksa, mereka adalah orang orang yang tidak minta ruqyah, tidak menyandarkan kesialan kepada burung dan sejenisnya, tidak berobat dengan besi panas dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka. 
( H.R. Muslim ).

C.  Ciri – Ciri Orang Tawakal
1.    Hatinya Tulus
2.    Ibadahnya Bagus
3.    Hidupnya Lurus
4.    Bekerjanya Serius
5.    Taubatnya Terus Menerus
6.    Orang itu tidak gelisah dan berkeluh kesah
7.    Ia menyerahkan dirinya atas semua keputusan kepada Alah SWT
8.    Ia tidk meninggalkan ikhtiar atau usaha

D.  Pembagian Tawakal
Imam Al-Gazali membagi perbuatan atau perilaku orang yang bertawakal menjadi empat, yaitu :
1.    Berusaha memperoleh sesuatu yang dapat memberi manfaat kepadanya.
2.    Berusaha memelihara sesuatu yang dimilikinya dari hal hal yang bermanfaat.
3.    Berusaha menolak  dan menghindarkan diri dengan hal hal yang akan menimbulkan mudarat.
4.    Berusaha menghilangkan mudarat yang menimpa dirinya

E. Cara Mengapresiasikan Sifat Tawakal
ü  Bersabar dalam pengorbanan melawan keinginan hati dan perjuangan menahan nafsu diri.
“ Sesungguhnya Allah SWT benar-benar mencintai orang-orang yang bersabar.” (QS. Ali Imran: 146)
ü  Berserah diri kepada Allah SWT setelah melakukan usaha yang maksimal.
ü  Menerima keadaan apa adanya
ü  Mensyukuri nikmat Allah SWT yang diberikan
ü  Bersabar dalam menghadapi cobaan yang terjadi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Translate